Balanipa tak Boleh Diabaikan

MAMUJU — Kabupaten Balanipa tidak termasuk dalam pembahasan 19 calon
Daerah Otonomi Baru (DOB) di Komisi II DPR RI. Meski begitu, Komite
Aksi Perjuangan Pembentukan (KAPP) Kabupaten Balanipa tidak berkecil
hati dan terus menggelorakan semangat mewujudkan daerah tersebut.
Terlebih lagi Komisi II DPR RI masih memberikan perhatian terhadap
calon kabupaten yang telah melahirkan sejumlah tokoh nasional seperti
Baharuddin Lopa dan Prof Basri Hasanuddin, serta sejumlah ulama
kharismatik diantaranya KH Muhammad Thahir (Imam Lapeo) dan KH
Muhammad Shaleh (Annangguru Shaleh) tersebut. Perhatian tersebut
berupa kunjungan Komisi II DPR RI untuk yang ketiga kalinya di wilayah
yang menjadi ketua konfederasi 14 kerajaan di tanah Mandar pada masa
lampau ini.
“Dengan kunjungan Komisi II DPR RI besok (hari ini,red) kita sangat
berharap menjadi sebuah langkah maju untuk mempercepat proses
pembentukan Kabupaten Balanipa. Kita berharap keseriusan dari DPR RI
untuk mewujudkan Kabupaten Balanipa yang merupakan tempat lahirnya Ibu
Agung Andi Depu dan Ammana I Wewang,” sebut Ketua KAPP Kabupaten
Balanipa, Mujirin M Yamin, saat ditemui di kantor Gubernur Sulbar
siang kemarin.
Mujirin menegaskan, syarat pembentukan Kabupaten Balanipa telah
terpenuhi yaitu administrasi, teknis, serta fisik. Ketiga syarat
tersebut telah disampaikan kepada DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri) sejak tahun 2009 lalu dan ditindaklanjuti dengan beberapa
kali kunjungan.
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pun telah memberikan rekomendasi
seusai menggelar rapat paripurna, dan Komite I DPD RI juga telah
mengunjungi wilayah ini dan menyatakan kelayakan. Rekomendasi itu
sendiri adalah bentuk desakan untuk mempercepat pembentukan Kabupaten
Balanipa.
“Harapan kami selaku komite adalah selambat-lambatnya pada tahun 2013
mendatang Kabupaten Balanipa telah terbentuk. Kabupaten induk serta
Pemprov Sulbar telah menyatakan kesiapan untuk memberi dukungan
anggaran untuk kegiatan pemerintahan di Kabupaten Balanipa nanti. Jadi
daerah ini jangan diabaikan, karena bisa jadi timbul kecemburuan
sosial di masyarakat,” ujar Mujirin.
Melalui kunjungan Komisi II DPR RI kali ini, Mujirin juga berharap
agar seluruh komponen di tujuh wilayah kecamatan calon Kabupaten
Balanipa untuk tetap berjuang secara kolektif. Berbagai upaya telah
dilakukan, diantaranya menggelar pertemuan-pertemuan baik yang resmi
maupun tidak, hingga mendatangi ruang Komisi II DPR RI bersama Pemkab
Polman serta Pemprov Sulbar.
“Saya tetap yakin Pemkab Polman maupun Pemprov Sulbar tetap komitmen
mendukung perjuangan ini. Saya sendiri juga berjanji tidak akan pernah
berhenti berjuang, kecuali pemerintah menutup kran pembentukan daerah
baru. Kebersamaan perjuangan kabupaten akan tetap kokoh,” pungkasnya.
(adv/dir)

Share Button

Related Stories »

3 comments on Balanipa tak Boleh Diabaikan

  1. / Reply

    Tolak Pembentukan Kabupaten Balanipa
    Balanipa Untuk Masyarakat Atau Untuk Siapa?
    Mengapa kita berkabupaten, ini adalah pertanyaan mendasar yang mesti terjawab dalam rencana pembentukan kabupaten Balanipa.
    Apa memang betul, seperti yang sering diembus ke tengah masyarakat, kalau satu kabupaten terbentuk maka taraf masyarakatnya akan meningkat, baik wilayah pemekaran maupun yang induk (lebih dari hari ini)
    Atau jangan-jangan malah ini hanya sebuah gaya klasik untuk menciptakan ruang-ruang baru dalam mengejahwantahkan sikap kongkalikong (berkuasa, korupsi, dll. Yang justru menambah daftar kesensaraan rakayat), penambahan pejabat baru adalah koruptor baru.
    Dengan demikian, tak ada bedanya ikut dengan kabupaten polewali mandar, lalu untuik apa di bentuk kabupaten balanipa ?????.
    Mengapa Tak Perlu Ada Kabupaten Balanipa???
    Rencana pembentukan kabupaten balanipa yang telah di wacakan beberapa tahun silam yang hari ini telah melakukan peniinjaun atas jadi tidaknya di bentuk kabupaten balanipa, kita tentu saja masih ingat bagaimana di campalagian telah menancapkan spanduk “harga mati campalgian ibukota kabupaten balanipa” sedang nada yang sama di daerah balanipa sendiri juga telah menyatakan bahwa ibukota kabupaten balanipa ya tentu saja di balanipa sendiri. Artinya apa bahwa sebelum terbentuk saja sudah ada warning-warning pertentangan. Pertanyaannya apa benar pembentukan kabupaten balanipa ini adalah cita-cita untuk percepatan pembangunan atau hanya ruang baru untuk para politisi saja. Di tambah lagi ketika balanipa mekar maka mandar akan semakin sempit diwilayah mandar itu sendiri, kedengarannya pemikiran tersebut sangat tidak rasional dan terkesan kampungan, tapi perlu kita bercermin pada usa, maka kita akan menemukannya jawabannya, betapa pentingnya suatu wilayah yang utuh tanpa perlu pemecah mecahan, dan hal yang paling penting kita ingat bersama adalah:
    1. Daerah Balanipa adalah daerah miskin yang hanya di huni petani dan nelayan, maka secara otomatis pajak sebagai pendapatan daerah akan dibebankan kepada rakyat, dan akan berorentasi pajak tinggi untuk target sebuah pembangunan.
    2. Pembentukan balanapa hanya menuai politik yang tentu saja hanya menguntungkan para politikus belaka.

  2. / Reply

    Kabupaten Balanipa , Upaya 710 Jilid 2
    Tahukah kita sejarah, bagaimana perjuangan I Manyambungi yang menyatukan Appe Banua Kayyang sehingga dikenal dengan nama Balanipa ? Mara’dia Balanipa ke dua Tomepayung yang menyatukan tanah Mandar (Sulbar) di Allamungan Batu Di Luyo, serta Assitalliangan Tammejarra ?
    Ingat cerita orang tua kita, bahkan para sejarawan telah mengukirkan, bagaimana para leluhur kita, termasuk Daeng Malarri, Puatta I Lambo yang berusaha menahan Ekspansi Militer Belanda bersama Kerajaan Bone yang dipimpin oleh Arungpone La Tenri Tatta Tomalampegammena Arunngpallakka yang terkenal dengan kekuatan militernya. menyerang Mandar dan pusat kekuatannya Yakni BALANIPA.( Sentral Kekuatan Mandar), dan Kerajaan Bone memahami itu
    Yang ketika itu, bagaimana seorang Imaga Daeng Rioso yang tampil sebagai pahlawan mapatumballe lita Mandar, memukul mundur Arungpalakka samapai ke Pajalele (Pinrang), Menebas tanpa Ampun Untuk arungpalakka yang tengah berbirit – birit Mundur dari medan perang.Perjanjiang ajatappareng adalah salah satu bukti masih inginnya bone berkuasa atas nama kekeluargaan.
    Tak heran jika kesewanangan tentara 710 yang dipimpin Andi selle, berlanjut menggerogoti Tanah Mandar, Padahal pasukan 710 kala itu ditugaskan mengamankan daerah dari pemberontakan DI/TII yang di Nahkodai Oleh Kahar Muzakkar, Asal Palopo. ini menggambarkan ketidak puasan orang – orang Bugis, setelah kalah di masa kerajaan. Gurilla (Gerombolan) di Mandar saat itu yang menjadi Pejuang Tanah Mandar Di Antaranya Dibawah pimpinan MT.Rahmat dan Pengawal pribadinya Abdurrahman Kattu Kutana di benteng Batalion III Galung Lombok (Balanipa), yang kala itu juga Dibayangi perseteruan dengan pasukan tande Pro Kahar Muzakkar dibawah pimpinan Sanusi. Namun Kesemuanya berakhir gencatan senjata dan Penghapusan Pasukan Ponegoro serta pelucutan senjata, berakhirnya perang saudara.
    Kehadiran Kolonel S.Mengga masa itu adalah upaya melepaskan Tanah Mandar dari Penindasan, walhasil dari keberanian dan kesabaran pendahulu Balanipa (Mandar), menjadi fakta sejarah, namun sayang tak begitu dihargai segelincir masyarakat Mandar yang hingga saat ini akan terus kehilangan eksistensi Nilai KeMandarannya.
    Untuk itu, bertolak dari perjuangan pembentukan kabupaten Balanipa adalah Berupaya menghianati dan mensiasiakan pengorbanan leluhur kita. Jika memang benar Balanipa Itu adalah Keniscayaan, Mestinya yang diperjuangkan ialah Polman Menjadi Kabupaten BALANIPA MANDAR.
    Kehadiran para elemen masyarakat dan mahasiswa yang turut serta dalam upaya penolakan pembentukan Kabupaten Balanipa, mendapat apresiasi penting untuk menahan gelombang pemisahan DOB Balanipa Polman,adalah salah satu upaya keniscayaan sejarah menurut para pejuang pembentukan Kabupaten Balanipa, yang secara tidak langsung menumbuhkan Arogansi Balanipa diluar kehendak leluhurny (Tomepayung ), yang pada mulanya mempersatukan 14 kerajaan yang ada di Mandar (Sulbar), tak demikian.Pembntukan Kabupaten Balanipa adalah memperjelas ketidak mampuan BALANIPA dan masyrakatnya dikancah Global Polewali Mandar
    Tanpa disadari keterbukaan peluang saudara saudara kita dari tanah Bugis, akan menjadi penguasa di Polewali Mandar, bisa dibilang batas wilayah calon Kabupaten Balanipa Polman, Mapilli sampai dengan Paku akan berdiri dan berkuasa Republic Rakyat Bugis dan 710 jilid dua Dimandar akan kembali bergejolak namun tidak dalam bentuk militer namun feudal birokrasi, dan perdagangan serta pusat, sentral lainnya. Ditambah lagi Kecerobohan para pejuang pembentukan kabupaten Balanipa yang seakan menampakkan Balanipalah yang Mandar lewat eksploitasi masyrakat miskin di tujuh kecamatan calon kabupaten Balanipa.
    Itu yang justru akan menghabisi Mandar itu sendiri, sebab Mandar saat ini hanya terlihat di Balanipa, Majene (Sendana, Banggae, Pamboang) sebagian Mamuju dan malunda, tappalang, sebab Mandar Polewali , Mamuju, Mamsa, Binuang yang dari dulu tidak mau termasuk dalam rumpun Mandar, meski demikian tilas sejarah, mencatat di Allamungan Batu di Luyo adalah bukti Sulbar saat Ini adalah Mandar .
    Terbukti jika kabupaten Balanipa terbentuk hari ini, bulum Lagi kita bisa menyimak mulai dari sebagian wilayah Campalagian dan Poleawali Binuang itu sangat jarang dijumpai masyarakt berbahasa Mandar, yang ada adalah bahasa bugis. tak maslah soal itu katrena memang Mandar hari ini itu sudah jelas kalah telak bersaing, khususnya Mandar Balanipa yang berupaya mekar adalah salah satu bukti ketidak mampuannya bersaing dipolman jika di tinajau dari berbagai aspek dari ini berupaya membuktikan pada dunia Bahwa balanipa akan mekar karena kalh saing dan ingin berupaya lepas dari Polman yang Notabenanya menjadi daerah kekuasaan Masyarakat dari tanah Bugis.
    Maaf saja bukan mengagungkan sahabat Bugis yang memang terkenal cerdas dan pemberani baik hal politik dan bisnis serta kepemimpinan, tak dapat dipungkiri, dan saat ini jika Balanipa terbentuk sudah sangat jelas sahabt Bugis akan semakin menjadi penguasa adidaya , sehingga sangat jelas namapak, Mandar hanya mampu menjadi buruh dinegeri sendiri, dan kecil terkucil di kandang sendiri, kita telah dipecundangi lewat pembentukan kabupaten Balanipa. Dengan demikian, tak sepakat jika orang Mandar khususnya Balanipa adalah mesin pencipta orang – orang besar kini sudah terbantahkan jika memang benar, apakah dengan adanya kabupaten Balanipa menjadi sebuah jalan pintas bunuh diri ??? Kesadaran ini harus segera kita bangun, jangan lagi atas nama Mandar miskin kita ciptakan ruang Koruptor baru ditanah Mandr,, apakah ini yang namanya MALAQBIQ ???
    D

  3. hasanbasri
    / Reply

    ass,,rencana pembentukan kabupaten balanipa
    itu adalah yang terbaik,,mungkin banyak yang berpikiran akan pemisahan tanah mandar ,,dari polman jagan salah coba kita lihat negar ” baru cepat berkembang karena ap karena semua bisa dijangkau ,,mungkin kalw terbentuknya balanipa sebagai kabupaten baru akan ada perubahan sudah tentunya yang lebih baik,,
    memang pendahulu kita menyatukan 4 benua kayyang untuk menyatukan mandar melawan musuh ,,tapi sekarang sudah waktuny amandar bangkit kembali walaupun itu harus berdiri sendiri,,
    polman mandar juga balinipa mandar juga tapi kita masih satu runpun yaitu sulbar ,,ok,,
    semoga balanipa cepat terwujud,,
    kalw polman tidak bisa maju ataupun balanipa dalam segala aspek tunggu saya jadi penggantinya mereka,,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • OBMmj (2 hari ago)
    Project Reklamasi Pantai Mamuju Tahap 2,.. (Rimuku - Karema).. penuh…
  • mrdn (4 hari ago)
    Banyak peserta dari pulau Jawa. Tapi pemenang harus dari Mamuju…
  • bruno (2 weeks ago)
    kapan sk cpns umum 2013 terbit dan kapan mulai aktif…
  • IBU WIDIA (3 weeks ago)
    ASSALAMU ALAIKUM SAYA IBU WIDIA ANGGOTA HONORER YANG LULUS K2…
  • wahyu (4 weeks ago)
    Maaf admin, coba kumpulin smua aksara lontar dari awal sampai…
  • wahyu (4 weeks ago)
    klo masalah huruf aksar lontar,, aksar lontar banyak,, mngkin memakai…
Close