Pemerintah Tantang Sulbar Kembangkan Energi Terbarukan

JAKARTA — Pemerintah pusat sangat mendukung adanya inisiatif
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengembangkan energi terbarukan di
wilayah tersebut.

Terlebih, karena provinsi termuda itu, dinilai memiliki banyak potensi
yang menunjang pengembangan energi-energi terbarukan.

Khusus Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Pemprov dan lima
pemerintah kabupaten di Sulbar diimbau tidak mendiamkan keberadaan
sungai-sungai yang potensial sebagai sumber energi alternatif.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen
EBTKE) Kementrian ESDM, Kardaya Warnika mengutarakan, Sulbar memiliki
potensi cukup besar di bidang energi terbarukan, khususnya pengolahan
tenaga air.

“Kami sangat mendukung pengembangan energi terbarukan ini. Sulbar
sangat potensial, memiliki sumber daya di bidang pengolahan tenaga
air,” ungkapnya, di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat 27 April 2012.

PLTMH umumnya menghasilkan tenaga dibawah 10 mega watt. Dengan biaya
yang tidak besar, pengembangan proyek ini dinilai akan sangat menarik
bagi para investor. Baik dari luar maupun investor domestik.

Menurutnya, biaya pembangunan sebuah PLTMH, tergantung pada lebar
sungai, dan jarak lokasi dari jalan raya. “Ketentuannya, kalau sudah
selesai dibangun, PLN harus beli dan harganya tidak boleh
dinegosiasikan lagi. tidak boleh ditawar-tawar lagi oleh PLN. Harga
ditetapkan oleh pemerintah pusat dan PLN harus beli sepanjang masih
mempunyai kebutuhan,” urainya.

Sementara penarikan biaya bagi kunsumen di daerah, pemerintah pusat,
lanjutnya, akan melakukan penyeragaman dan penertiban.

Untuk itu, ia menantang Pemprov maupun Pemkab se Sulbar untuk segera
menjemput peluang besar ini. Diawali dengan memberikan ijin bagi
investor yang berminat menanamkan sahamnya.

“Ijin membangun, sesuai ketentuan otonomi, itu ada di daerah. Kalau
perpotongan dua kabupaten, ijinnya melalui gubernur. Tapi bila ada
pada satu kabupaten ijinnya itu adalah bupati. Kalau bisa besok (hari
ini,red) sudah mulai kita senang, kita siap dorong,” papar Kardaya
bersemangat.

Energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat menghemat penggunaan BBM
yang banyak digunakan untuk keperluan mesin pembangkit listrik.
Khususnya, jenset yang memang masih banyak ditemui tersebar di pelosok
Sulbar.

“Bayangkan, kalau tidak, ujung-ujungnya memakai BBM yang akan semakin
mahal. Kalau pakai air (PLTMH,red) bisa menghemat. Pemerintah sekarang
harus mengembangkan secepat mungkin energi terbarukan, menghindar dari
penggunaan minyak,” lanjutnya.

Bagi para investor, usai membangun fasilitas PLTMH, akan diberi
kenaikan harga sebesar 60 persen saat akan menjualnya kepada PLN.
Selain itu, pemerintah akan membebaskan biaya masuk bagi investor yang
akan mendatangkan mesin untuk merakit PLTMH.

“Kebijakan ini berlaku untuk seluruh indonesia. Dukungan politik dari
DPR RI juga sudah ada,” cetusnya.

Gubernur Sulbar, H Anwar Adnan Saleh mengaku telah siap menyambut para
investor untuk mengembangkan energi terbarukan di wilayahnya.
Persiapan telah dilakukan dengan melakukan pendataan wilayah yang
potensial.

Anwar menerangkan, besarnya sumber daya dan peluang untuk membangun
PLTMH Sulbar juga telah mendapat apresiasi dan pengakuan dari pihak
PLN pusat. “Mereka (PLN,red) sudah mengakui itu dan ada rencana PLN
menetapkan Sulbar sebagai provinsi PLTMH,” terangnya.

Sejauh ini, imbuhnya, terdapat ratusan desa mandiri di Sulbar yang
telah berinisiatif mengembangkan energi-energi terbarukan. Masyarkat
desa ini membangun turbin sendiri dan memanfaatkan aliran sungai.

PLTA Karama

Takn hanya PLTMH, rencana Pemprov Sulbar membangun Pembangkit Listrik
Tenaga Air (PLTA) Karama di Kabupaten Mamuju juga mendapat respon
pemerintah pusat.

\”Gubernur menyampaikan ke pak Menteri mengenai energi. Salah satunya,
PLTA Karama. Projectnya atas inisiatif swasta. Setelah usulannya
selesai kita lihat masukan RUPTL-nya, rencana induknya. Setelah itu
kita keluarkan dukungan ijinnya. Kita sangat mendukung pengembangan
energi terbarukan ini,\” kata Dirjen EBTKE Kementrian ESDM, Kardaya
Warnika.

Potensi Karama dinilai sangat besar. Utamanya dalam mengantisipasi
keterbatasan energi nasional. Termasuk penghematan bahan bakar minyak.

Gubernur Sulbar, H Anwar Adnan Saleh mengutarakan jika pihaknya
diminta memberikan laporan. “Dari awal kami sudah siap. Setelah semua
dilengkapi kami melaporkan,” ujarnya.

Dikatakan bahwa, Pemprov sama sekali tidak memiliki niat
menyengsarakan rakyat. Bahkan, pembangunan energi terbarukan di Sulbar
dikatakan dapat menghasilkan dampak multiplier ekonomi cukup besar
bagi masyarakat. Lapangan kerja akan semakin banyak.

Ia mengharapkan agar semua pihak dapat berfikir jernih terhadap
rencana Pemprov tersebut. Rencananya, tahun ini mega proyek PLTA
Karama dapat dilaksanakan. Ini setelah mendapat persetujuan tertulis
dari Kementerian ESDM.

“Saya, Insya Allah tidak akan berhenti untuk masyarakat Sulbar. Ini
bukan untuk kepentingan Sulbar saja, tapi juga provinsi lain. Kita
mesti berfikir sebagai negarawan,” tutupnya. (rul/fmc)

Share Button

Related Stories »

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • OBMmj (6 hari ago)
    Project Reklamasi Pantai Mamuju Tahap 2,.. (Rimuku - Karema).. penuh…
  • mrdn (1 week ago)
    Banyak peserta dari pulau Jawa. Tapi pemenang harus dari Mamuju…
  • bruno (3 weeks ago)
    kapan sk cpns umum 2013 terbit dan kapan mulai aktif…
  • IBU WIDIA (4 weeks ago)
    ASSALAMU ALAIKUM SAYA IBU WIDIA ANGGOTA HONORER YANG LULUS K2…
  • wahyu (1 month ago)
    Maaf admin, coba kumpulin smua aksara lontar dari awal sampai…
  • wahyu (1 month ago)
    klo masalah huruf aksar lontar,, aksar lontar banyak,, mngkin memakai…
Close