Dana Transfer Daerah 2014 Rp 592 T Disahkan

JAKARTA — DPR RI akhirnya menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 untuk menjadi UU APBN 2014 melalui sidang penutupan pada masa persidangan I tahun 2013-2014, Jumat 25 Oktober.

Rapat Paripurna digelar pukul 09.30 WIB di Gedung Nusantara II, DPR RI dengan agenda pembicaraan tingkat II/pengambilan keputusan terhadap RUU tentang Rancangan APBN tahun anggaran 2014.

Rapat Paripurna DPR ini mengesahkan RUU APBN 2014 Dengan anggaran belanja negara di tahun depan sebesar Rp 1.842,495 triliun dan alokasi dana transfer ke daerah sebesar Rp 592,55 triliun. Sidang penutupan masa persidangan I tahun 2013-2014 ini digelar sebelum memasuki masa reses pada 26 Oktober 2013 hingga 17 November 2013.

Wakil Ketua DPR RI Sohibul Iman, yang memimpin sidang tersebut mengatakan bahwa seluruh fraksi di DPR menyetujui RAPBN untuk dijadikan UU APBN 2014. “Jadi, mayoritas anggota DPR telah menyetujui RAPBN 2014 untuk selanjutnya disahkan menjadi UU APBN 2014,” ujar Sohibul.

Sohibul Iman menanyakan keputusan seluruh fraksi di DPR, “Apakan RUU APBN 2014 ini akan disepakati menjadi undang-undang?,” tanya Sohibul Iman.

Menjawab pertanyaan itu, dengan kompak seluruh anggota DPR menyepakati bersama. “Setuju,” jawab serempak seluruh anggota DPR yang hadir.

Sebelumnya, pada 23 September 2013 lalu, Badan Anggaran (Banggar) DPR telah menyetujui asumsi makro ekonomi dalam Rancangan APBN 2014, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga produksi minyak dan gas.

Asumsi dasar makro ekonomi, antara lain; pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 6 persen dari asumsi Rancangan UU APBN 2014 oleh pemerintah sebesar 6,4 persen atau ada selisih 0,4 persen.

Ketua Badan Anggaran DPR Ahmadi Noor Supit menjelaskan, belanja negara tahun anggaran 2014 disepakati Rp 1.842,495 triliun. Dari jumlah ini, belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.249,943 triliun, dan transfer ke pemerintah daerah Rp 592,55 triliun.

Secara rinci, pemerintah pusat mendapat alokasi belanja pegawai sebesar Rp 263,98 triliun, belanja barang Rp 201,89 triliun, belanja modal Rp 205,84 triliun, pembayaran bunga utang Rp 121,29 triliun, subsidi energi Rp 282,1 triliun, subsidi non energi Rp 51,58 triliun, belanja hibah Rp 3,54 triliun, bantuan sosial Rp 55,86 triliun dan belanja lain-lain Rp 36,9 triliun.

“Belanja kementerian dan lembaga disepakati sebesar Rp 637,84 triliun, anggaran pendidikan Rp 368,899 triliun,” kata Ahmadi.

Sementara itu, dana transfer ke daerah pada 2014 dialokasikan sebesar Rp 592,55 triliun dengan rincian dana perimbangan Rp 487,93 triliun, dana otonomi khusus dan penyesuaian Rp 104,62 triliun. Dana perimbangan terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 113,71 triliun, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 341,22 triliun, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 33 triliun.

“Diusulkan perlunya peningkatan porsi DAU terhadap pendapatan dalam negeri (PDN) neto dari sekurang-kurangnya 26 persen sampai dengan 28 persen untuk dibicarakan pada pembicaraan pendahuluan RAPBN 2015,” jelas Ahmadi.

Berdasarkan perhitungan pendapatan negara di 2014 sebesar Rp 1.667,14 triliun dan belanja negara Rp 1.842,495 triliun, maka disepakati besaran defisit sebesar Rp 1,69 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau sebesar Rp 175,354 triliun. (fmc)

Share Button

Related Stories »

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • OBMmj (7 hari ago)
    Project Reklamasi Pantai Mamuju Tahap 2,.. (Rimuku - Karema).. penuh…
  • mrdn (1 week ago)
    Banyak peserta dari pulau Jawa. Tapi pemenang harus dari Mamuju…
  • bruno (3 weeks ago)
    kapan sk cpns umum 2013 terbit dan kapan mulai aktif…
  • IBU WIDIA (4 weeks ago)
    ASSALAMU ALAIKUM SAYA IBU WIDIA ANGGOTA HONORER YANG LULUS K2…
  • wahyu (1 month ago)
    Maaf admin, coba kumpulin smua aksara lontar dari awal sampai…
  • wahyu (1 month ago)
    klo masalah huruf aksar lontar,, aksar lontar banyak,, mngkin memakai…
Close