Jalan Menuju Mamasa Anwar ‘Sandra’ APBN 2014

JAKARTA  – Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, didampingi Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulbar Prof Akbar, dan Balai
Bina Marga Sulselbar, pagi kemarin melakukan pertemuan dengan Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.
Mereka membicarakan lanjutan kegiatan pembangunan jalan dari Salu
Batu-Aralle, Mambi-Mala’bo hingga perbatasan Toraja.
Hasil pertemuan tersebut, disepakati untuk melanjutkan proyek
pembangunan ifrastruktur itu pada 2014 mendatang dengan menggunakan
APBN.
“Bappenas hanya meminta agar ada diskresi (kebijakan khusus, red)
presiden, untuk penganggaran itu, karena memang jalan itu merupakan
jalan strategis nasional dan belum sepenuhnya menjadi jalan negara.
Sehingga diskresi itu menjadi syarat penganggaran,” ujar Anwar, ketika
dikonfirmasi usai melakukan pertemuan, di Kantor Bappenas RI, Jumat 26
Juli.
Atas syarat itu, Anwar meyakinkan pihak Bappenas bahwa dirinya akan
memeroleh diskresi presiden.
Anwar pun berjanji, sekembalinya dari tanah suci, dirinya akan
menghadap presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Disamping karena ada
agenda Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), juga
untuk meminta diskresi khusus tersebut.
“Kenapa saya yakin mendapatkan diskresi itu, karena jalan tersebut
akan ditetapkan menjadi jalan nasional pada Oktober 2014 mendatang.
Semua persyaratan yang dibutuhkan sudah diserahkan dan kementerian
Pekerjaan Umum (PU), juga sudah mengabarkan bahwa Oktober nanti akan
ditetapkan sebagai jalan nasional,” tambah Anwar.
Pekerjaan jalan itu akan dibagi dalam dua tahap, tahap pertama dari
Salubatu sampai Mamasa dan tahap kedua dari Kabupaten Mamasa sampai
perbatasan Toraja.
Anggaran yang diusulkan Anwar masing-masing untuk tahap pertama
sebesar Rp 400 miliar dan tahap kedua diusulkan sebesar Rp 350 miliar.
Untuk teknis, Anwar mengusahakan agar bisa dikerjakan dengan teknis
kontrak jamak. Karenanya, Anwar mengaku akan mengajak Kementerian PU
dan Bappenas untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan RI.
“Karna yang bisa menyetujui kontrak jamak adalah Kemenkeu, berdasarkan
usulan gubernur,” terangnya.
Terhadap usulan Anwar, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas
Dedi Priyatna, menyatakan persetujuan. Menurutnya, jika Anwar
memperoleh kebijakan khusu presiden, maka tak ada yang menhalangi
penganggaran itu.
“Kami di Bappenas, tak ada masalah, kalau pak Anwar memperoleh
diskresi itu, ya tidak ada alasan untuk tidak mengakomodir permohonan
itu,” tegas Dedi.
Diketahui, pekerjaan proyek perbaikan jalan dari Salubatu hingga
perbatasan Toraja telah dikerjakan tahun 2012 lalu. Namun proyek itu
terhenti pada 2013 ini lantaran pemerintah mengaku kesulitan
menganngarkan
Anwar menyebutkan, hal itu terjadi karena ada kekeliruan dalam
mekanisme penganggaran. Anggaran diturunkan jelang akhir tahun,
sementara masa kontrak berakhir Desember 2012. Akibatnya anggaran tak
dapat diserap seluruhnya. (jsm/ham)

Share Button

Related Stories »

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • OBMmj (7 hari ago)
    Project Reklamasi Pantai Mamuju Tahap 2,.. (Rimuku - Karema).. penuh…
  • mrdn (1 week ago)
    Banyak peserta dari pulau Jawa. Tapi pemenang harus dari Mamuju…
  • bruno (3 weeks ago)
    kapan sk cpns umum 2013 terbit dan kapan mulai aktif…
  • IBU WIDIA (4 weeks ago)
    ASSALAMU ALAIKUM SAYA IBU WIDIA ANGGOTA HONORER YANG LULUS K2…
  • wahyu (1 month ago)
    Maaf admin, coba kumpulin smua aksara lontar dari awal sampai…
  • wahyu (1 month ago)
    klo masalah huruf aksar lontar,, aksar lontar banyak,, mngkin memakai…
Close