41 Pejebat Eselon II Dimutasi

Mukhtar Belo Letakkan Jabatan, Aksan Djalaluddin Jadi Rektor Unsulbar

EDITOR: MUHAMMAD ILHAM

MAMUJU — Mutasi pejabat eselon II di lingkup Pemprov Sulbar yang
diwacanakan sejak setahun lalu baru bisa terlaksana kemarin, 17
Desember.
Sebanyak 41 pejabat dirotasi dan menduduki posisi sebagai pejabat
eselon II. Ada yang promisi menduduki jabatan baru, ada yang tetap
pada jabatannya, ada yang dirotasi, dan ada pula pejabat yang tidak
lagi menduduki jabatan. (selengkapnya lihat tabel).
Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh menyampaikan, sebenarnya mutasi ini
sudah lama ingin dilaksanakan. Tapi ada banyak faktor yang masih harus
dipertimbangkan. Setelah melakukan evaluasi dan membicarakan rencana
ini bersama Wagub Sulbar Aladin S Mengga, Sekprov Sulbar Ismail
Zainuddin, dan meminta saran Ketua DPRD Sulbar Hamzah Hapati Hasan,
akhirnya rencana ini bisa terlaksana.
“Saya tahu pasti ada yang sakit hati dan ada yang senang. Tapi jangan
dilihat mutasi ini sebagai hal politis, sama sekali jangan. Itu murni
hasil evaluasi kinerja saudara-saudara sekalian,” ungkap Anwar Adnan
Saleh di hadapan pejabat eselon Pemprov Sulbar, siang kemarin.
Namun ada hal mengejutkan dalam proses itu. Mukhtar Belo yang selama
ini diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar
tidak masuk dalam dafar pejabat yang dilantik. Pejabat yang
dipromosikan menduduki jabatan Kepala Disbun Sulbar adalah Supriatno.
“Ini tentu mengejutkan. Mukhtar Belo tidak dilantik, karena ia
mengajukan surat pengunduran dirinya kepada saya. Sebenarnya saya
masih butuhkan pemikiran dan tenaganya, tapi ia memilih mundur karena
ingin berkompetisi sebagai calon anggota DPRD Sulbar pada Pemilu 2014.
Dan saya tidak bisa menghalangi hak politiknya, meski saya belum tahu
dia bergabung di parpol mana,” ungkap Anwar.
Pejabat senior lainnya yang tidak masuk dalam daftar pejabat yang
dilantik kemarin adalah Aksan Djalaluddin. Posisinya sebagai Asisten I
Bidang Ketataprajaan kini diemban Nur Alam Tahir. Gubernur beralasan,
Aksan tidak dimasukkan dalam komposisi eselon II, karena diberi tugas
baru sebagai Rektor Universitas SUlawesi Barat (Unsulbar).
“Aksan kita percaya sebagai rektor. Apalagi, Unsulbar segera jadi
perguruan tinggi negeri. Kemudian, itu demi kepentingan mahasiswa yang
berkuliah di Unsulbar. Pak Aksan dianggap kapabel untuk mengemban
amanah itu, karena yayasan yang mengelola Unsulbar meminta Aksan jadi
rektor, jadi saya harus penuhi,” sebut Anwar.
Pejabat lain yang sebelumnya tidak prediksi akan dipromosi adalah
Supato Umar. Dalam mutasi kemarin, gubernur melantik Suparto sebagai
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sulbar. Kemudian,
Ardjuzaman Tamadjoe. Pejabat yang satu ini juga dilantik sebagai
Asisiten Ekbang dan Kesra.
Sosok baru yang ikut dilantik adalah Parman Parakasi. Mantan Kepala
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Matra ini diangkat menjadi Kepala
DKP Sulbar. “Saya angkat dia menggantikan Haruna (mantan Kepala DKP
Sulbar, red) yang terjerat masalah hukum. Sebenarnya Parman ini orang
yang lama saya cari, dulu ia aktif dalam perjuangan pembentukan
Sulbar. Parman ini dulu aktif di Sulawesi Tengah. Tiba-tiba saya lihat
dia menjabat di Matra. Karena kebtulan pak Haruna sedang ada masalah,
maka saya angkatlah Parman sebagai pengganti pak Haruna,” ungkap
Anwar.
Tidak kalah mengejutkan adalah dilantiknya Darno Majid sebagai Kepala
Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Sebelum Darno tidak
pernah diprediksi akan menduduki jabatan eselon II, sebab selama ini
ia menduduki salah satu jabatan di Badan Kesbangpol Sulbar. Demikian
pula dengan Amir Maricar yang dilantik sebagai Kepala Biro
Perekonomian dan Administrasi Pembangunan. Ia juga tidak pernah
disebut-sebut akan diberi tanggungjawab pada kursi eselon.
Lain halnya dengan Herdin Ismail. Pejabat yang sebelumnya menduduki
jabatan sebagai Kepala Biro Orpeg ini memang sudah ditebak akan
diangkat menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan. Ini adalah
salah satu SKPD baru yang dibentuk berdasarkan perubahan perda
kelembagaan di lingkup Pemprov Sulbar. Herdin terlibat aktif dalam
penggodokan perda tersebut.

Asir Gantikan Samiran, Rasyid Dipromosi

Masih seputar mutasi. Yang cukup menjadi perbincangan adalah
dilantiknya Asir Mangopo sebagai Kepala Dinas Perindustrian,
Perdagangan, Koperasi dan UKM, menggantikan Samiran. Masuknya Asri
dalam ‘kabinet’ Anwar-Aladin ini jelas diluar dugaan, sebaba mantan
Kepala Biro Pemerintahan Sulbar ini sudah lama menjabat sebagai
Sekretaris KPU Sulbar. Sementara Samiran dirotasi menjadi Staf Ahli
Gubernur Bidang Pemerintahan.
Kembalinya Asir dalam struktur pemerintahan lingkup Pemprov Sulbar
menyisahkan kekosongan kursi Sekretaris KPU Sulbar. Untuk tidak
membiarkan kondisi itu berlarut-larut, Gubernur mengajukan calon
pengganti Asir ke Sekjen KPU pusat. Pejabat itu adalah Abd Rasyid
Tumpang, yang saat ini masuh menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan
Prokoler Sulbar.
“Saya bocorkan saja sama kalian, yang jadi calon Sekretaris KPU Sulbar
adalah Rasyid Tumpang. Soal sapa yang nanti menjadi Kepala Biro Humas,
itu sudah ada yang saya gadang-gadang,” pungkas Anwar kepada wartawan.
(**)

Share Button

Related Stories »

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • bruno (2 weeks ago)
    kapan sk cpns umum 2013 terbit dan kapan mulai aktif…
  • IBU WIDIA (3 weeks ago)
    ASSALAMU ALAIKUM SAYA IBU WIDIA ANGGOTA HONORER YANG LULUS K2…
  • wahyu (4 weeks ago)
    Maaf admin, coba kumpulin smua aksara lontar dari awal sampai…
  • wahyu (4 weeks ago)
    klo masalah huruf aksar lontar,, aksar lontar banyak,, mngkin memakai…
  • Susilawati (4 weeks ago)
    Ya, botol susu adalah salah satu perlengkapan bayi, bagaimanapun juga…
  • wonodistrikseno (1 month ago)
    sudah banyak fakta dimasyarakat pengeluaran anggaran yang begitu besar melampaui…
Close